Berita Terbaru

EDUKASI CUKAI ROKOK

Rangkaian kegiatan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Sosialisasi Ketentuan Perundang-undangan di Bidang Cukai untuk pedagang rokok/ toko kelontong di Kecamatan Kedopok, Kademangan,  dan Wonoasih, hasil kerja bareng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBCTipe Madya Pabean C Probolinggo, dengan tajuk “Gerakan Bersama Gempur Rokok Ilegal”, akhirnya sukses digelar.

Giat edukasi tersebut  ditutup oleh Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan, di Puri Manggala Bhakti, kantor Wali Kota Probolinggo, Rabu (24/11). Antusias peserta dalam giat terakhir ini begitu luar biasa. Mereka aktif menanyakan tentang peredaran rokok ilegal.

Menggandeng narasumber dari Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur Shoviatussoliha dan Kasi Kepatutan Internal dan Penyuluhan BC Probolinggo Nangkok P. Pasaribu, yang menjelaskan tentang rokok ilegal.

Rangkaian sosialisasi yang gencar dilakukan, merupakan bukti keseriusan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dan untuk memanfaatkan DBHCHT. Sehingga diharapkan lewat rangkaian sosialisasi tersebut masyarakat dapat semakin memahami ketentuan di bidang cukai.

Dalam arahannya, Asdum Budiono Wirawan menyampaikan, sesuai peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 82 Tahun 2020 tentang Alokasi DBHCHT kepada Provinsi Jawa Timur dan kabupaten/kota di Jawa Timur Tahun Anggaran 2021, maka status Kota Seribu Taman ini adalah sebagai kota penghasil.

Pasalnya, terdapat pemasukan pajak cukai dari Kota Probolinggo walaupun kecil, sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI  dana tersebut diperuntukkan untuk bidang kesejahteraan masyarakat, bidang kesehatan dan bidang penegakkan hukum. Masyarakat perlu memahami tentang larangan peredaran rokok ilegal, karena mempengaruhi penerimaan cukai hasil tembakau yang pada akhirnya akan berimbas pada penerimaan DBHCHT di tiap daerah.