
Bank Sampah Maju Sejahtera
PROBOLINGGO – Persoalan sampah rumah tangga yang selama ini identik dengan limbah tak bernilai kini diubah menjadi peluang investasi oleh warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Melalui inovasi BUNGA EMAS (menaBUNG sampAh ditukar EMAS Mini Gold), masyarakat diajak menabung dari hasil penjualan sampah yang telah dipilah hingga saldonya dapat ditukarkan menjadi emas mini. Inovasi ini merupakan gagasan masyarakat yang diinisiasi oleh Sri Kuswariningrum, pemilik Bank Sampah Makmur Sejahtera, dan saat ini telah memasuki tahap implementasi.
Lurah Kareng Lor M. Robeth Fuad Alhadi mengatakan, BUNGA EMAS menjadi salah satu upaya membangun kesadaran masyarakat agar tidak lagi memandang sampah sebagai barang buangan, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus investasi jangka panjang.
"Melalui inovasi BUNGA EMAS, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka peluang meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ketika masyarakat disiplin memilah sampah sejak dari rumah, manfaat yang diperoleh tidak berhenti pada lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk tabungan emas yang nilainya terus berkembang," ujar Robeth.
Ia menambahkan, inovasi tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendorong ekonomi sirkular, mengurangi timbulan sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Sementara itu, inovator BUNGA EMAS sekaligus pemilik Bank Sampah Makmur Sejahtera, Sri Kuswariningrum, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada nasabah bank sampah. Selama ini hasil penjualan sampah umumnya langsung diambil dalam bentuk uang tunai sehingga cepat habis digunakan.
"Kami berpikir, mengapa hasil tabungan sampah tidak diarahkan menjadi investasi. Akhirnya lahirlah konsep BUNGA EMAS. Sampah yang telah dipilah disetorkan ke bank sampah, kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan. Setelah nilainya mencukupi sesuai harga Mini Gold, saldo tersebut ditukarkan menjadi emas. Dengan cara ini masyarakat tidak hanya memperoleh lingkungan yang bersih, tetapi juga memiliki aset yang nilainya cenderung meningkat," terang Sri Kuswariningrum.
Menurutnya, mekanisme inovasi ini cukup sederhana. Warga menjadi anggota BUNGA EMAS, memilah sampah dari rumah, menyetorkannya ke Bank Sampah Makmur Sejahtera, kemudian hasil penjualan sampah dicatat sebagai saldo tabungan. Saldo tersebut terus diakumulasi hingga mencapai nilai pembelian emas mini yang kemudian diserahkan kepada nasabah. Setelah itu, nasabah dapat kembali menabung untuk memperoleh emas berikutnya.
Berdasarkan profil inovasi, BUNGA EMAS menghadirkan sejumlah kebaruan, di antaranya mengintegrasikan pengelolaan sampah dengan investasi emas, menumbuhkan budaya menabung, memperkuat ekonomi hijau, mudah direplikasi, serta tidak membutuhkan teknologi yang rumit. Inovasi ini juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dari sekadar menjual sampah menjadi membangun investasi jangka panjang melalui pengelolaan sampah.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, inovasi ini ditargetkan mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, meningkatkan nilai ekonomi sampah, memperkuat budaya investasi sejak dini, serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di Kota Probolinggo. Sejak diterapkan, BUNGA EMAS telah membentuk sistem tabungan sampah berbasis investasi emas, meningkatkan jumlah nasabah bank sampah, menambah volume sampah yang berhasil didaur ulang, sekaligus mendorong meningkatnya kepemilikan emas mini dari hasil menabung sampah.
BERIKUT PETUNJUK TEKNIS INOVASI BUNGA EMAS
VIDEO INOVASI BUNGA EMAS