NGOPA NGOPI, Inovasi Jemput Bola Kelurahan Jrebeng Lor

PROBOLINGGO – Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo, menghadirkan inovasi pelayanan publik bertajuk NGOPA NGOPI (Ngobrol Pacapa Gali Potensi) sebagai upaya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah kelurahan hadir langsung di lingkungan warga untuk menyerap aspirasi, memetakan potensi, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Lurah Jrebeng Lor Yudo Pratomo, S.E., M.M. mengatakan, inovasi NGOPA NGOPI lahir dari kebutuhan menghadirkan pelayanan publik yang lebih responsif, partisipatif, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

"NGOPA NGOPI bukan sekadar forum ngobrol bersama warga. Inovasi ini merupakan komitmen Kelurahan Jrebeng Lor untuk mendengar aspirasi secara langsung, menggali potensi yang dimiliki masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi bersama melalui pelayanan yang proaktif. Kami ingin pemerintah hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menunggu warga datang ke kantor kelurahan," ujar Yudo Pratomo.

Menurutnya, selama ini masih terdapat keterbatasan ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Banyak aspirasi baru tersampaikan pada forum formal seperti Musrenbang, sementara berbagai potensi ekonomi, sosial, budaya, hingga permasalahan lingkungan belum terdokumentasi secara menyeluruh. Kondisi tersebut menjadi dasar lahirnya inovasi NGOPA NGOPI.

Melalui inovasi ini, Lurah bersama unsur Tiga Pilar, yakni Kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, didukung LPM, RT/RW, serta tokoh masyarakat, melakukan kunjungan langsung ke lingkungan warga di luar jam pelayanan kantor. Suasana dialog yang santai dan kekeluargaan membuat masyarakat lebih leluasa menyampaikan usulan, kritik, maupun potensi yang dimiliki.

Yudo menjelaskan, setiap hasil dialog tidak berhenti pada proses diskusi. Seluruh aspirasi dicatat, dipetakan berdasarkan tingkat prioritas dan kewenangan, kemudian ditindaklanjuti hingga masyarakat memperoleh kepastian terhadap setiap usulan maupun pengaduan yang disampaikan.

"Kami ingin setiap masukan warga benar-benar menjadi dasar penyusunan program pembangunan. Dengan turun langsung ke lapangan, pemerintah dapat mengetahui kondisi riil masyarakat sehingga kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga," tambahnya.

Selain menjadi media penyerapan aspirasi, NGOPA NGOPI juga berfungsi sebagai sarana pemetaan potensi wilayah, mulai dari UMKM, seni budaya, sumber daya manusia, hingga potensi lingkungan yang dapat dikembangkan sebagai modal pembangunan berbasis masyarakat.

Keunggulan inovasi ini terletak pada perubahan pola pelayanan dari yang semula berbasis kantor menjadi pelayanan berbasis komunitas. Pemerintah tidak lagi bersifat pasif menunggu laporan masyarakat, tetapi aktif hadir di lingkungan warga untuk membangun komunikasi dua arah yang lebih humanis dan kolaboratif.

Sejak diterapkan pada Desember 2025, NGOPA NGOPI diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, serta mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka, responsif, dan partisipatif.

Bagi Kelurahan Jrebeng Lor, inovasi NGOPA NGOPI menjadi bukti bahwa pelayanan publik tidak hanya dilakukan dari balik meja pelayanan, tetapi juga melalui kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi, menggali potensi, dan mewujudkan solusi bersama.

PETUNJUK TEKNIS INOVASI NGOPA NGOPI

 

INFORMASI INOVASI NGOPA NGOPI BISA MENGHUBUNGI



LINK TERKAIT