
Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menghadirkan inovasi PESAN DIMAS (Peduli Sampah MeNjaDI EMAS) sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan memperkuat edukasi lingkungan sejak usia dini.
Kelurahan Jrebeng Wetan
KOTA PROBOLINGGO – Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, menghadirkan inovasi PESAN DIMAS (Peduli Sampah MeNjaDI EMAS) sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi dan memperkuat edukasi lingkungan sejak usia dini.
Inovasi yang mulai diterapkan sejak Januari 2024 ini lahir sebagai respons terhadap meningkatnya volume sampah rumah tangga yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekaligus rendahnya pemanfaatan sampah anorganik yang sebenarnya memiliki nilai ekonomi. Melalui PESAN DIMAS, masyarakat didorong untuk mengubah cara pandang terhadap sampah, dari sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi aset yang dapat memberikan manfaat ekonomi dalam bentuk tabungan emas.
Lurah Jrebeng Wetan, Erwin Kushermanto, S.A.P., M.A.P, mengatakan bahwa inovasi tersebut dirancang sebagai solusi yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan pendidikan dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
> “PESAN DIMAS bukan sekadar program pengelolaan sampah, tetapi merupakan gerakan perubahan perilaku masyarakat. Kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah memiliki nilai apabila dikelola dengan benar. Ketika masyarakat terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, lingkungan menjadi lebih bersih, sementara hasil pengelolaannya dapat memberikan manfaat ekonomi melalui tabungan emas,” ujarnya.
Menurut Erwin, salah satu keunggulan utama PESAN DIMAS terletak pada mekanisme **Memilah Sampah Menabung Emas**. Sampah anorganik yang telah dipilah oleh masyarakat disetorkan melalui Bank Sampah Kenari Indah, kemudian dikonversi menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan **PT Pegadaian (Persero)** dalam program *The Gade Clean & Gold*. Skema tersebut memberikan insentif yang lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar pembayaran tunai karena nilai tabungan emas berpotensi terus berkembang seiring waktu.
Tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan sampah, PESAN DIMAS juga mengedepankan penguatan literasi lingkungan melalui **Program Edukasi Sampah dari Rumah ke Sekolah**. Program ini melibatkan 24 sekolah di Kota Probolinggo dan hingga saat ini telah menjangkau 4.244 peserta, baik siswa, guru, maupun warga sekolah. Melalui kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada pentingnya pemilahan sampah, prinsip reduce, reuse, recycle (3R), serta manfaat ekonomi yang dapat diperoleh dari pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Erwin menjelaskan, pendidikan lingkungan yang diberikan kepada anak-anak diharapkan mampu menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan karena nilai-nilai tersebut akan diterapkan kembali di lingkungan keluarga.
> “Anak-anak merupakan agen perubahan yang sangat efektif. Ketika mereka memahami pentingnya memilah sampah di sekolah, kebiasaan itu akan dibawa pulang dan memengaruhi pola hidup keluarga. Dengan demikian, edukasi lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi budaya masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa keberhasilan PESAN DIMAS tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan **pentahelix**, yang melibatkan pemerintah kelurahan, Pokmas Vaganza, Bank Sampah Kenari Indah, PT Pegadaian (Persero), institusi pendidikan, serta masyarakat sebagai pelaku utama. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus memperluas manfaat yang diterima masyarakat.
Sejak diimplementasikan, program ini menunjukkan perkembangan yang positif. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan bank sampah terus meningkat, kesadaran warga terhadap pentingnya pemilahan sampah semakin baik, sementara jangkauan edukasi lingkungan juga semakin luas. Di sisi lain, pengelolaan sampah yang lebih tertata diharapkan mampu mengurangi beban TPA serta mendukung terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat.
Ke depan, Kelurahan Jrebeng Wetan berkomitmen mengembangkan PESAN DIMAS dengan memperluas cakupan program ke seluruh wilayah RW, meningkatkan jumlah sekolah mitra, serta mengembangkan sistem pencatatan dan pemantauan berbasis digital guna mendukung tata kelola program yang semakin transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
“Harapan kami, PESAN DIMAS tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Jrebeng Wetan, tetapi juga dapat menjadi model inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain. Ketika masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus tumbuh kepeduliannya terhadap lingkungan, maka keberlanjutan program akan terbangun dengan sendirinya,” pungkas Erwin.
PETUNJUK TEKNIS INOVASI PESAN DIMAS
INFORMASI INOVASI PESAN DIMAS BISA MENGHUBUNGI