
Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, terus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah **SI MAS RAJA (Simulasi Masalah Remaja)**, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat partisipasi anak dan remaja dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitarnya sekaligus merumuskan solusi secara mandiri melalui pendekatan simulasi partisipatif.
KOTA PROBOLINGGO – Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, terus mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Salah satu inovasi yang kini menjadi perhatian adalah **SI MAS RAJA (Simulasi Masalah Remaja)**, sebuah program yang dirancang untuk memperkuat partisipasi anak dan remaja dalam mengidentifikasi persoalan di lingkungan sekitarnya sekaligus merumuskan solusi secara mandiri melalui pendekatan simulasi partisipatif.
Inovasi yang mulai diterapkan pada Februari 2025 tersebut hadir sebagai respons atas semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari perundungan, penyalahgunaan media sosial, hingga terbatasnya ruang dialog dan partisipasi yang bermakna bagi remaja. Berbeda dengan pola pembinaan konvensional yang cenderung bersifat satu arah, SI MAS RAJA menempatkan remaja sebagai subjek utama yang berperan aktif dalam proses penyelesaian masalah.
Lurah Jrebeng Wetan, **Erwin Kushermanto, S.A.P., M.A.P.**, mengatakan bahwa SI MAS RAJA dibangun atas keyakinan bahwa penyelesaian persoalan remaja akan lebih efektif apabila lahir dari pemahaman, pengalaman, dan gagasan remaja itu sendiri.
> "Kami ingin mengubah paradigma pembinaan remaja. Selama ini berbagai program sering kali disusun dari sudut pandang orang dewasa, sementara remaja hanya menjadi peserta. Melalui SI MAS RAJA, kami memberikan ruang agar mereka dapat menyampaikan persoalan yang benar-benar dihadapi, menganalisis penyebabnya, kemudian merumuskan solusi yang realistis dan dapat mereka jalankan bersama," ujar Erwin.
Menurutnya, pendekatan simulasi menjadi pembeda utama inovasi tersebut. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi diajak melalui serangkaian proses mulai dari mengidentifikasi persoalan, berdiskusi mengenai akar masalah, menyusun alternatif penyelesaian, hingga mensimulasikan implementasi solusi yang telah disepakati bersama. Pendekatan ini mendorong tumbuhnya kemampuan berpikir kritis, empati, komunikasi, dan tanggung jawab sosial di kalangan remaja.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa SI MAS RAJA merupakan inovasi yang mengedepankan transformasi peran remaja, dari semula sebagai objek kebijakan menjadi mitra pemerintah dalam proses pembangunan di tingkat kelurahan.
> "Kami percaya remaja memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Ketika mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, mencari solusi, dan berkomitmen terhadap hasil yang telah mereka rumuskan sendiri, rasa memiliki terhadap lingkungan akan tumbuh secara alami. Inilah yang menjadi kekuatan utama SI MAS RAJA."
Ia menambahkan, inovasi tersebut juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat pemenuhan hak partisipasi anak sebagaimana diamanatkan dalam berbagai regulasi nasional, sekaligus memperkuat implementasi Forum Anak di tingkat kelurahan. Melalui metode yang lebih interaktif dan berbasis pengalaman nyata, ruang partisipasi yang selama ini cenderung bersifat formal diharapkan berubah menjadi wadah yang benar-benar fungsional bagi anak dan remaja.
Pelaksanaan SI MAS RAJA dilakukan secara bertahap, diawali dengan pemetaan persoalan yang dihadapi remaja di lingkungan Kelurahan Jrebeng Wetan. Selanjutnya disusun modul simulasi yang disesuaikan dengan kondisi lokal, sebelum diterapkan melalui kegiatan bersama Forum Anak, tokoh masyarakat, sekolah, dan fasilitator dari kelurahan. Setelah simulasi berlangsung, para peserta didampingi untuk melaksanakan komitmen yang telah mereka sepakati, kemudian dievaluasi secara berkala sebagai bagian dari siklus pembelajaran yang berkelanjutan.
Sejak diterapkan, SI MAS RAJA mulai menunjukkan dampak positif terhadap pola hubungan antara pemerintah kelurahan dan kelompok remaja. Partisipasi anak dan remaja dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan meningkat, jaringan antarremaja semakin kuat, serta berbagai masukan yang lahir dari forum simulasi mulai menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan di tingkat kelurahan. Inovasi ini juga memperkuat komitmen Kota Probolinggo dalam mempertahankan predikat Kota Layak Anak melalui penguatan indikator partisipasi anak di tingkat akar rumput.
Ke depan, Kelurahan Jrebeng Wetan berkomitmen memperluas implementasi SI MAS RAJA ke seluruh wilayah RW, memperbanyak fasilitator sebaya (peer facilitator), serta mengintegrasikan hasil-hasil simulasi ke dalam forum perencanaan pembangunan kelurahan agar aspirasi remaja dapat menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan tidak hanya mampu membentuk karakter generasi muda yang kritis, peduli, dan bertanggung jawab, tetapi juga menjadi model pemberdayaan remaja yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lain.
> "Harapan kami, SI MAS RAJA menjadi ruang belajar bersama bagi generasi muda untuk berani menyampaikan gagasan, bertanggung jawab terhadap solusi yang mereka pilih, dan tumbuh sebagai pelopor perubahan di lingkungannya. Ketika remaja diberi kepercayaan untuk berpartisipasi, mereka akan menunjukkan bahwa mereka mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar objek pembinaan," pungkas Erwin.
PETUNJUK TEKNIS SI MAS RAJA
INFORMASI SI MAS RAJA